perfectly pervert
you know that you’re in love, if in every place you go, you always think about certain someone
Postcard from Marji to Nawit, when he was travelling to Penang. (via hanwits)
Au Nom de L’amour

Paris, 1776

Seorang pria berkulit kecoklatan dan berambut ikal berbaring telungkup dengan tangan yang terikat di punggungnya. Puluhan luka bekas cambukan terlihat menggores punggungnya yang tak tertutup selembar kain pun, bahkan beberapa diantaranya masih mengeluarkan darah yang belum sempat mengering. Lehernya terkunci pada sebuah lubang yang dibentuk dari sepasang kayu oak tua seukuran kepala dan mulutnya tersumbat kain yang dipilin seadanya, sementara tiga meter di atasnya sebuah pisau besar yang berkilat memantulkan cahaya matahari siap dilepaskan kapan saja.

Ratusan orang memadati Place Louis XV siang hari itu, mereka ingin menyaksikan penghukuman mati atas seseorang yang bernama Jeremy Beaumont, yang didakwa telah berselingkuh dengan Ratu Marie Antoinette.

“PENGGAL! PENGGAL! PENGGAL!” Seru mereka dengan wajah yang garang, sementara Jeremy cuma bisa pasrah berserah diri pada Tuhannya. Beberapa meter di belakangnya, sang algojo telah siap menanti perintah Raja Louis XVI untuk melepaskan pisau guillotine tersebut.

***

Seminggu Sebelumnya

“Sayang, bagaimana kalau suami kamu tiba-tiba datang?”

“Kurasa tak mungkin Jeremy, dia sedang ada kunjungan kenegaraan ke negara asalku, Austria.” Jawab Marie Antoinette sambil menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya. Di kamar pengap yang terletak di samping istal tersebut, mereka menikmati cinta yang kian hari semakin menguat.

Seluruh rakyat Perancis tahu bahwa Marie Antoinette sangat suka berkuda, dan Jeremy sendiri adalah seorang penggemar kuda. Ayahnya berasal dari sebuah desa kecil di selatan Paris, dan mereka memiliki ladang gandum yang cukup luas. Jeremy masih ingat pertemuan pertama mereka di sana, dua tahun yang lalu.

Suatu ketika, sang ratu sedang berkuda bersama pasukan dan segerombolan anjing miliknya di desa tempat tinggal Jeremy, dan saat itu melintaslah Claire, adik bungsu Jeremy. Claire yang ketakutan dengan suara langkah kuda dan gonggongan anjing berlari menjauhi rombongan itu, namun sial, langkahnya tersandung oleh tanaman gandum yang rebah di tanah, dan dia terjatuh. Claire pun menangis dengan kencangnya.

Melihat kejadian itu, sang ratu meminta seluruh pasukannya berhenti, kemudian dia turun dari kudanya dan mendekati si gadis kecil. Tanpa pikir panjang, Marie merobek kain penghangat yang dikenakannya di pinggang, dan menjadikannya perban untuk membalut luka di lutut Claire sebelum terlebih dahulu membersihkan lukanya dengan air minum yang dibawanya dalam botol.

Tak lama kemudian, Jeremy datang dengan tergopoh-gopoh karena mendengar suara tangisan adiknya, dan di sana dia mendapati seorang wanita cantik sedang menghibur Claire.

“Tak apa-apa, cuma luka kecil karena terjatuh.” Marie menjelaskan kepada Jeremy, tentang kondisi adiknya. “Besok juga sudah kering lukanya.”. Dan sebuah senyum pun dilemparkan Marie kepada pria di hadapannya.

“Te..terima kasih.” Jeremy masih tak percaya akan apa yang dilihatnya, Claire yang susah bergaul dan tertawa, bisa tersenyum kembali secepat itu setelah mendapatkan perawatan dari wanita di depannya. Matanya menyapu rombongan yang berada di belakang wanita tersebut, dan dari pakaian yang mereka kenakan, Jeremy kini mengetahui siapa yang berada di hadapannya “…Ma Reine.”

Hari berganti, minggu berlalu, dan Jeremy semakin mengagumi figur Marie Antoinette yang ditemuinya dulu, hingga suatu hari dikabarkan bahwa sang ratu mencari seseorang untuk menjadi penjaga istal kerajaan. Singkat cerita, setelah melalui beberapa tahap seleksi, akhirnya Jeremy berhasil menempati posisi yang diidamkannya tersebut. Menjadi semakin dekat dengan seseorang yang dikagumi, adalah keinginan semua orang, termasuk Jeremy Beaumont.

Au Nom de L’amour. Atas Nama Cinta.

Read More

Let’s go to the future, and forget the past, my present.

Au Nom de L’amour

dendiriandi:

Surat Lamaran

Jakarta, 22 Januari 2013


Kepada Yth.
Nona Dian Purwita Sari
Kepala Divisi Senyum Manis
PT. Tatapan Wanita Yang Membuat Luluh Hati Pria
Di
Tempat

Dengan Hormat,


Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari teman saya yaitu Mia, yang juga adalah sahabat baik dari Nona Dian, mengenai status Nona Dian yang saat ini sedang single dan sedang membutuhkan seseorang untuk menempati posisi sebagai kekasih pujaan hati kebanggaan negeri. Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini perkenankan saya mengajukan diri untuk menempati posisi tersebut dan menjadi bagian dari rencana masa depan Nona Dian.

Nama saya Dendi Riandi, saat ini saya berusia 28 tahun dan baru saja menyelesaikan pendidikan Magister Sepik di Institut Modus Indonesia, jurusan Tanah Abang-Bekasi via Tol Dalam Kota.

Saat ini saya bekerja di perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang perbankan, dan menempati posisi sebagai ATM Manager. Tugas saya adalah menghitung uang di dalam ATM dan memberikan uang tersebut kepada orang yang sedang menarik uang di depan ATM. Semoga diberi kemuliaan dan kesabaran bagi orang-orang yang bekerja seperti saya.Saya adalah orang yang ulet, pekerja keras dan dapat bekerja baik sendiri maupun dalam tim. Kata Mama saya, saya juga seorang pria yang tampan.

Saya dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan, dan berbahasa kalbu jika memang diperlukan. Saya telah terbiasa bekerja menggunakan komputer, dan dapat mengoperasikan aplikasi Office, Internet dan aplikasi Download Manager untuk mengunduh berbagai macam lagu dan film terbaru.

Selama berkuliah, saya menjadi asisten dosen untuk beberapa mata kuliah dan juga aktif berorganisasi baik di Ikatan Mahasiswa Jurusan maupun Badan Eksekutif Mahasiswa.

Saat ini, saya hanya memiliki satu kendaraan berupa sepeda motor dan satu buah rumah di daerah pinggiran Bekasi yang cicilannya baru akan lunas 18 tahun lagi.

Saya bersedia di tempatkan di mana saja, asal selalu bersama Nona Dian.

Mohon maaf jika saya lebih banyak bercerita tentang pekerjaan dan kehidupan saya, karena sungguh tidak etis jika saya menceritakan tentang sejarah percintaan saya di sini. Masa lalu biarlah menjadi sejarah, namun untuk lowongan ini saya tidak pantang menyerah. Hey,it’s rhyme.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan:
1 lembar daftar riwayat hidup
1 lembar foto copy ijasah dan transkrip nilai
1 lembar foto copy KTP yang menyatakan status saya belum menikah
2 lembar foto ukuran 3x4 
3 lembar foto ukuran postcard setengah badan, full badan dan menghadap ke samping sambil bergaya candid tidak melihat ke kamera.
1 batang bunga mawar putih
1 cangkir kopi hitam dan
2 butir telor ayam kampung

Jangan tanya kopi hitam dan ayam kampung untuk apa, karena kata mbah dukun, seeeeeeeeh, itu cuma sebagai syarat saja. Seeeeeeeeh.
Jangan tanya kenapa harus pake seeeeeeeh, kata mbah dukun biar keren aja kayak Alam penyanyi dangdut itu. Seeeeeeeh.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara di sebuah restoran atau sebuah kedai kopi dan menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya.

Demikian permohonan ini saya buat dengan sesungguhnya, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Hormat saya,


Dendi Riandi


Romantically funny! <3

Dua tidak selalu lebih baik dari satu, misalnya kita, yang lebih baik jika bersatu.

arievrahman

A Writer and Her
She: "I heard that you're a writer."
He: "Yes, I am. So, what can I do for you?"
She: "Please, make me a story."
He: "It's okay. But..."
She: "Yes?"
He: "You have to forget him, forget history, and his story."
She: "I already did it."
He: "And..."
She: "What?"
He: "Accept me as your man."
She: "Why?"
He: "So I can write about our story."
That Kiss
She: "Hey, please don't kiss me like that."
He: "Why?"
She: "With a kiss like yours, I'm afraid."
He: "Afraid of what?"
She: "I'm afraid that I can't stop loving you."
He: "So please don't stop."
Love is my middle name, while my first name is I, and my last name is You.

pop up thought

I love when you laugh, and hate when you leave.

Take care there, will you?

Pulang

Tak banyak yang berubah dari jalanan menuju rumahku, masih harus melewati beberapa gang selebar satu meter, yang terkadang banyak motor berpapasan lalu lalang ditambah bocah-bocah kecil bermain bola dan memadati jalan kecil yang sudah cukup padat tersebut.

“Halo!” Seruku kepada mereka, yang tak kunjung mendapat jawaban, karena terlalu asyik dengan permainan tiga lawan tiga mereka. Aturannya, tim siapa yang mencetak tiga gol lebih dulu maka merekalah pemenangnya, iya aturan yang sepertinya banyak orang mengetahuinya. Namun di permainan ini, tim siapa yang kalah, maka anggotanya harus membuka kausnya untuk babak berikutnya. 

Di belokan ujung sana, masih berdiri tegak warung nasi langgananku, dengan mbak penjual yang nampak ramah kepada semua pengunjung, walaupun nada suaranya bagiku terdengar sedikit manja. Saat aku meliriknya, gadis asli Tegal itu sedang melemparkan senyumnya kepada si pengunjung yang aku kenali sebagai salah seorang tukang ojek yang sering mangkal di ujung gang.

Rumahku sendiri, letaknya hanya beberapa langkah dari pangkalan ojek tersebut. Setelah gang berakhir, belok kiri dan kamu akan melihat pos ronda. Dua rumah di samping pos ronda, adalah rumahku. Rumah dengan cat berwarna biru muda, warna kesukaan istri dan anakku. 

Langkah-langkah mendekati rumah, adalah langkah-langkah menuju kebahagiaan. Rumah, adalah tempat di mana hati kita berada. Setidaknya itulah yang dikatakan Paulo Coelho, seorang novelis internasional asal Brazil di bukunya yang berjudul The Alchemist.

Hari ini anak lelakiku satu-satunya berulang tahun, dan aku sudah menyiapkan senyuman paling bahagia yang dipunyai seorang ayah. Istriku, cukup dengan pelukan yang akan memberikan dunia kepadanya. Andai saja mereka tahu, kalau aku benar-benar merindukan mereka.

Sayang, hari ini aku pulang.

Read More

Liar!
He: *cubit hidung wanita di sampingnya*
She: "Iya aku tahu kalau hidung aku gak mancung."
He: "Kalau mau mancung, kamu bohongin aku aja."
She: "Terus aku harus bilang, kalau aku gak sayang sama kamu?"
: )
say something perverted
Anonymous

You.

Love and The World
Boy: "When I'm in love, I'm telling all the world."
Girl: "Aw, that's romantic."
Boy: "I love you."
Girl: "Wait, why did you tell it to me?"
Boy: "Because you're my world."
Melalui Kehilangan, Tuhan Mengajarkan

Seminggu setelah kehilangan handphone di kostan akibat kemalingan, saya kembali mengalami kejadian yang kurang mengenakkan lainnya. Helm saya raib, hanya dua menit berselang setelah saya memarkir sepeda motor di depan laundry untuk menyerahkan pakaian kotor saya. Ketika kembali ke tempat parkir, saya melihat tak ada helm saya di tempat yang semestinya. “Asemik ilang.” Batin saya saat itu.

Kemudian di penghujung minggu ini, saya mendapati bahwa satu sudut lemari saya digerogoti oleh rayap, di mana di sudut itu terdapat tumpukan buku-buku dan majalah koleksi saya. Tak ayal, beberapa majalah, buku-buku musik — termasuk buku kumpulan semua lagu-lagu The Beatles yang cukup langka —, hingga skripsi saya menjadi korban keganasan kawanan rayap tersebut. “ARGH!” Pekik saya.

Masih di hari yang sama, saya menemukan gantungan kunci favorit — berbentuk Zoro One Piece yang mengenakan kostum kiper Kyoto Purple Sanga — ternyata terlepas dari tempat yang semestinya, yaitu pada tas kerja saya. Dan saya pun hanya bisa tersenyum.

Saya tersenyum, karena telah mendapat beberapa pelajaran hidup. 

Handphone yang hilang, mungkin akibat saya lalai mengunci pintu kamar saya dan ternyata Tuhan menunjukkan bahwa ada orang lain yang lebih membutuhkan handphone itu.

Helm yang raib, adalah akibat saya sembarangan meletakkannya di spion motor — bukannya di dalam jok motor — dan Tuhan mengajarkan saya supaya lebih waspada.

Buku-buku yang habis dimakan rayap, bisa jadi akibat saya jarang membersihkan kamar saya sehingga menjadi pengap juga lembap dan Tuhan memberi tahu supaya saya lebih sering merawat barang-barang kepunyaan saya.

Gantungan kunci favorit, siapa tahu akibat saya sembarangan membenturkan tas saya sehingga terlepas dan Tuhan ingin mengatakan bahwa “Hey,ingat umur. Kamu sudah bukan ABG lagi. Masak pakai gantungan kunci kayak gitu. JKT48 dong.”

Selalu ada hikmah di balik kejadian, bukan?

Kini saya semakin yakin, bahwa melalui kehilangan, Tuhan mengajarkan. Dan semua peristiwa, pasti akan memberikan pelajaran hidup yang berharga.


Buatan @Si_Mamon yang kampret banget, terinspirasi dari Ati-Ampla Boys @thepopoh

Buatan @Si_Mamon yang kampret banget, terinspirasi dari Ati-Ampla Boys @thepopoh

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters